Bart Simpson Graduation

Sabtu, 22 November 2014

BAHASA INDONESIA DENGAN BERBAGAI RAGAMNYA

Bahasa Indonesia digunakan untuk tujuan tertentu dan konteks tersebut yangmenentukan ragam bahasa Indonesia yang digunakan. Terdapat berbagai macamragam bahasa Indonesia, misalnya saja seseorang yang menggunakan bahasaIndonesia dalam orasi politik menggunakan ragam bahasa yang berbeda dariorang lain yang menggunakannya untuk menyampaikan khotbah jumat atau bahan kuliah (Anshari dkk, 2013:41).

Pembahasan lebih lanjut dalam tulisan ini lebih mengkhusus pada bahasaIndonesia ragan ilmiah. Mahasiswa disadarkan bahwa dalam duniaakademik/ilmiah, ragam bahasa Indonesia yang digunakan adalah ragam ilmiah,yang memiliki ciri khas: cendikia, lugas dan jelas, menghindari kalimatfragmentaris, bertolak dari gagasan, formal dan objektif, ringkas dan padat, dankonsisten (Anshari dkk, 2013:41).
Pengertian dan karakteristik dari ragam ilmiah perlu untuk diketahui khususnyabagi pelajar atau mahasiswa yang senantiasamenggunakanbahasa Indonesia ragam ilmiah dalam dunia kependidikannya. Maka dari itu, tulisan ini hadir sebagai salah satu media untuk membantu mahasiswa memahami tentang bahasaIndonesia ragam ilmiah, memahami tentang karakteristik dan ciri-ciri ragam ilmiah.

 Pengertian Ragam Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi dipakai dalam berbagai keperluantentu tidak seragam, tetapi akan berbeda-beda disesuaikan dengan situasi dan kondisi.Keanekaragaman penggunaan bahasa Indonesia itulah yang dinamakan ragambahasa.
Ragam Bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara. Ragam bahasa yang oleh penuturnya dianggap sebagai ragam yang baik, yang biasa digunakan di kalangan terdidik, di dalam karya ilmiah (karangan teknis, perundang-undangan), di dalam suasana resmi, atau di dalam surat menyurat resmi (seperti surat dinas) disebut ragam bahasa baku atau ragam bahasa resmi.
Menurut Dendy Sugono (1999 : 9), bahwa sehubungan dengan pemakaian bahasa Indonesia, timbul dua masalah pokok, yaitu masalah penggunaan bahasa baku dan tak baku. Dalam situasi remi, seperti di sekolah, di kantor, atau di dalam pertemuan resmi digunakan bahasa baku. Sebaliknya dalam situasi tak resmi, seperti di rumah, di taman, di pasar, kita tidak dituntut menggunakan bahasa baku. 

Macam-macam Ragam Bahasa
1. Ragam Bahasa Indonesia Berdasarkan Media
                   Di dalam bahasa Indonesia disamping dikenal kosa kata baku Indonesia dikenal pula kosa kata bahasa Indonesia ragam baku, yang sering disebut sebagai kosa kata baku bahasa Indonesia baku. Kosa kata baku bahasa Indonesia, memiliki ciri kaidah bahasa Indonesia ragam baku, yang dijadikan tolak ukur yang ditetapkan berdasarkan kesepakatan penutur bahasa Indonesia, bukan otoritas lembaga atau instansi didalam menggunakan bahasa Indonesia ragam baku. Jadi, kosa kata itu digunakan di dalam ragam baku bukan ragam santai atau ragam akrab. Walaupun demikian, tidak menutup kemungkinan digunakannya kosa kata ragam baku di dalam pemakian ragam-ragam yang lain asal tidak mengganggu makna dan rasa bahasa ragam yang bersangkutan
                  Suatu ragam bahasa, terutama ragam bahasa jurnalistik dan hukum, tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan bentuk kosakata ragam bahasa baku agar dapat menjadi panutan bagi masyarakat pengguna bahasa Indonesia. Perlu diperhatikan ialah kaidah tentang norma yang berlaku yang berkaitan dengan latar belakang pembicaraan (situasi pembicaraan), pelaku bicara, dan topik pembicaraan (Fishman ed., 1968; Spradley, 1980). Ragam bahasa Indonesia berdasarkan media dibagi menjadi dua yaitu :
  
a. Ragam bahasa lisan
     Adalah ragam bahasa yang diungkapkan melalui media lisan, terkait oleh ruang dan waktu sehingga situasi pengungkapan dapat membantu pemahaman. Ragam bahasa baku lisan didukung oleh situasi pemakaian.
          Namun, hal itu tidak mengurangi ciri kebakuannya. Walaupun demikian, ketepatan dalam pilihan kata dan bentuk kata serta kelengkapan unsur-unsur di dalam struktur kalimat tidak menjadi ciri kebakuan dalam ragam baku lisan karena situasi dan kondisi pembicaraan menjadi pendukung di dalam memahami makna gagasan yang disampaikan secara lisan. Pembicaraan lisan dalam situasi formal berbeda tuntutan kaidah kebakuannya dengan pembicaraan lisan dalam situasi tidak formal atau santai. Jika ragam bahasa lisan dituliskan, ragam bahasa itu tidak dapat disebut sebagai ragam tulis, tetapi tetap disebut sebagai ragam lisan, hanya saja diwujudkan dalam bentuk tulis. Oleh karena itu, bahasa yang dilihat dari ciri-cirinya tidak menunjukkan ciri-ciri ragam tulis, walaupun direalisasikan dalam bentuk tulis, ragam bahasa serupa itu tidak dapat dikatakan sebagai ragam tulis.
Ciri-ciri ragam lisan :
1)      Memerlukan orang kedua/teman bicara;
2)      Tergantung situasi, kondisi, ruang & waktu;
3)      Hanya perlu intonasi serta bahasa tubuh.
4)      Berlangsung cepat;
5)      Sering dapat berlangsung tanpa alat bantu;
6)      Kesalahan dapat langsung dikoreksi; dan
7)      Dapat dibantu dengan gerak tubuh dan mimik wajah serta intonasi.

             Yang termasuk dalam ragam lisan diantaranya pidato, ceramah, sambutan, berbincang  bincang, dan masih banyak lagi. Semua itu sering digunakan kebanyakan orang dalam kehidupan sehari-hari, terutama ngobrol atau berbincang-bincang, karena tidak diikat oleh aturan-aturan atau cara penyampaian seperti halnya pidato ataupun ceramah.

b. Ragam bahasa tulis
           Ragam bahasa tulis adalah bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagai unsur dasarnya. Dalam ragam tulis, kita berurusan dengan tata cara penulisan (ejaan) di samping aspek tata bahasa dan kosa kata. Dengan kata lain dalam ragam bahasa tulis, kita dituntut adanya kelengkapan unsur tata bahasa seperti bentuk kata ataupun susunan kalimat, ketepatan pilihan kata, kebenaran penggunaan ejaan, dan penggunaan tanda baca dalam mengungkapkan ide.
            Contoh dari ragam bahasa tulis adalah surat, karya ilmiah, surat kabar, dll. Dalam ragam bahasa tulis perlu memperhatikan ejaan bahasa indonesia yang baik dan benar. Terutama dalam pembuatan karya-karya ilmiah.
Ciri Ragam Bahasa Tulis :
1)      Tidak memerlukan kehadiran orang lain;
2)      Tidak terikat ruang dan waktu;
3)      Kosa kata yang digunakan dipilih secara cermat;
4)      Pembentukan kata dilakukan secara sempurna;
5)      Kalimat dibentuk dengan struktur yang lengkap;
6)      Paragraf dikembangkan secara lengkap dan padu;
7)      Berlangsung lambat; dan
8)      Memerlukan alat bantu.

2. Ragam Bahasa Berdasarkan Penutup
a. Ragam bahasa berdasarkan daerah (logat/dialek)
                Luasnya pemakaian bahasa dapat menimbulkan perbedaan pemakaian bahasa. Bahasa Indonesia yang digunakan oleh orang yang tinggal di Jakarta berbeda dengan bahasa Indonesia yang digunakan di Jawa Tengah, Bali, Jayapura, dan Tapanuli. Masing-masing memiliki ciri khas yang berbeda-beda. Misalnya logat bahasa Indonesia orang Jawa Tengah tampak pada pelafalan “b” pada posisi awal saat melafalkan nama-nama kota seperti Bogor, Bandung, Banyuwangi, dan lain-lain. Logat bahasa Indonesia orang Bali tampak pada pelafalan “t” seperti pada kata ithu, kitha, cantik, dll.
     b. Ragam bahasa berdasarkan pendidikan penutur
            Bahasa Indonesia yang digunakan oleh kelompok penutur yang berpendidikan berbeda dengan yang tidak berpendidikan, terutama dalam pelafalan kata yang berasal dari bahasa asing, misalnya fitnah, kompleks,vitamin, video, film, fakultas. Penutur yang tidak berpendidikan mungkin akan mengucapkan pitnah, komplek, pitamin, pideo, pilm, pakultas. Perbedaan ini juga terjadi dalam bidang tata bahasa, misalnya mbawa seharusnya membawa, nyari seharusnya mencari. Selain itu bentuk kata dalam kalimat pun sering menanggalkan awalan yang seharusnya dipakai.
     c. Ragam bahasa berdasarkan sikap penutur
               Ragam bahasa dipengaruhi juga oleh setiap penutur terhadap kawan bicara (jika lisan) atau sikap penulis terhadap pembawa (jika dituliskan) sikap itu antara lain resmi, akrab, dan santai. Kedudukan kawan bicara atau pembaca terhadap penutur atau penulis juga mempengaruhi sikap tersebut. Misalnya, kita dapat mengamati bahasa seorang bawahan atau petugas ketika melapor kepada atasannya. Jika terdapat jarak antara penutur dan kawan bicara atau penulis dan pembaca, akan digunakan ragam bahasa resmi atau bahasa baku. Makin formal jarak penutur dan kawan bicara akan makin resmi dan makin tinggi tingkat kebakuan bahasa yang digunakan. Sebaliknya, makin rendah tingkat keformalannya, makin rendah pula tingkat kebakuan bahasa yang digunakan.
            Bahasa baku dipakai dalam :
 1)      Pembicaraan di muka umum, misalnya pidato kenegaraan, seminar, rapat dinas memberikan kuliah/pelajaran.
2)      Pembicaraan dengan orang yang dihormati, misalnya dengan atasan, dengan guru/dosen, dengan pejabat.
3)      Komunikasi resmi, misalnya surat dinas, surat lamaran pekerjaan, undang-undang.
4)      Wacana teknis, misalnya laporan penelitian, makalah, tesis, disertasi.

3. Ragam Bahasa Menurut Pokok Persoalan atau Bidang Pemakaian
            Dalam kehidupan sehari-hari banyak pokok persoalan yang dibicarakan. Dalam membicarakan pokok persoalan yang berbeda-beda ini kita pun menggunakan ragam bahasa yang berbeda. Ragam bahasa yang digunakan dalam lingkungan agama berbeda dengan bahasa yang digunakan dalam lingkungan kedokteran, hukum, atau pers. Bahasa yang digunakan dalam lingkungan politik, berbeda dengan bahasa yang digunakan dalam lingkungan ekonomi/perdagangan, olah raga, seni, atau teknologi. Ragam bahasa yang digunakan menurut pokok persoalan atau bidang pemakaian ini dikenal pula dengan istilah laras bahasa
           Perbedaan itu tampak dalam pilihan atau penggunaan sejumlah kata/peristilahan/ungkapan yang khusus digunakan dalam bidang tersebut, misalnya masjid, gereja, vihara adalah kata-kata yang digunakan dalam bidang agama. Koroner, hipertensi, anemia, digunakan dalam bidang kedokteran. Improvisasi, maestro, kontemporer banyak digunakan dalam lingkungan seni. Kalimat yang digunakan pun berbeda sesuai dengan pokok persoalan yang dikemukakan. Kalimat dalam undang-undang berbeda dengan kalimat-kalimat dalam sastra, kalimat-kalimat dalam karya ilmiah, kalimat-kalimat dalam koran atau majalah dan lain-lain.

Pengertian Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar
Bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah Bahasa Indonesia yangdigunakan sesuai dengan situasi pembicaraan (yakni, sesuai dengan lawan bicara,tempat pembicaraan, dan ragam pembicaraan) dan sesuai dengan kaidah yang berlaku dalam Bahasa Indonesia (seperti: sesuai dengan kaidah ejaan, pungtuasi, istilah, dantata bahasa).
Menurut Anton M. Moeliono (dalam Majalah Pembinaan Bahasa Indonesia,1980), berbahasa Indonesia dengan baik dan benar dapat diartikan pemakaian ragambahasa yang serasi dengan sasarannya dandisamping itu mengikuti kaidahbahasa yang benar.Ungkapan bahasa Indonesia yang baik dan benar,mengacu ke ragam bahasa yang sekaligus memenuhi persyaratan kebaikan dankebenaran.
Ada lima laras bahasa yang dapat digunakan sesuai situasi. Berturut-turut sesuaiderajat keformalannya, ragam tersebut dibagi sebagai berikut.
1) Ragam beku (frozen); digunakan pada situasi hikmat dan sangat sedikit memungkinkan keleluasaan seperti pada kitab suci, putusan pengadilan, dan upacara pernikahan.
2) Ragam resmi (formal); digunakan dalam komunikasi resmi seperti pada pidato,rapat resmi, dan jurnal ilmiah.
3)  Ragam konsultatif (consultative); digunakan dalam pembicaraan yang terpusat pada transaksi atau pertukaran informasi seperti dalam percakapan di sekolah dan dipasar.
4) Ragam santai (casual); digunakan dalam suasana tidak resmi dan dapat digunakan oleh orang yang belum tentu saling kenal dengan akrab.
5)   Ragam akrab (intimate). digunakan di antara orang yang memiliki hubungan yang sangat akrab dan intim.

Bahasa yang baik dan benar memiliki empat fungsi:
1) fungsi pemersatu kebhinnekaan rumpun dalam bahasa dengan mengatasi batas- batas kedaerahan;
2) fungsi penanda kepribadian yang menyatakan identitas bangsa dalam pergaulandengan bangsa lain;
3)    fungsi pembawa kewibawaan karena berpendidikan dan yang terpelajar; dan
4)  fungsi sebagai kerangka acuan tentang tepat tidaknya dan betul tidaknya pemakaian bahasa.


sumber :

https://www.academia.edu/8108515/BAHASA_INDONESIA_DENGAN_BERBAGAI_RAGAMNYA
http://www.slideshare.net/tyyadelatorres/bi-makalah-ragam-bahasa-indonesia

Minggu, 12 Oktober 2014

CONTOH-CONTOH BAD DESIGN

1.      Handphone Sony Erricson

Handphone model ini sangat tidak nyaman dan juga kurang efektif karena sangat sulit untuk digunakan dan jika kita ingin menggunakannya untuk sms membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mancari letak-letak huruf tidak seperti handphone jenis atau merk lain yang memudahkan pemakai untuk menggunakannya bahkan untuk soal pengetikan kita sudah tidak perlu lagi mencari-cari letak huruf yang akan di ketik karena letaknya yang mudah diingat oleh pengguna. Dan untuk membuka handphone jenis ini kita juga harus menyediakan ruang yang tepat, sulit jika kita menaruhnya diatas tangan seperti model handphone yang biasa digunakan banyak orang.


Setelah Handphone ini dijual, beberapa pemilik menginformasikan melalui beberapa forum di media sosial bahwa HP yang tipis ini mudah rusak, Contoh pada keypad control playback depan W350 mudah goyah. Yang terburuk, handset penutup baterai mudah sekali terbuka, menurut pengakuan beberapa pengguna yang melaporkan secara online di internet, mereka kehilangan penutupnya hanya dalam beberapa minggu penggunaan.
Dan handphone ini juga terlalu tipis sehingga dalam penggunaan cepat panas dan pengguna merasa kurang nyaman ketika ingin menelpon dengan handphone ini karena dapat mengganggu telinga kita akibat dari efek panas yang keluar pada handphone tersebut.

Saran   :
·         Sebaiknya model dan ukuran tipis nya di seimbangkan dengan kekuatan mesin agar handphone dapat stabil dan tidak cepat panas sehingga lebih kuat dibagian mesin
·         Flip pada handphone juga akan cepat rusak kalau memakainya terlalu kasar. Mungkin bisa menghindari handphone yang menggunakan flip untuk menutupi keypadnya
·         Bisa dibuat sistem coolen ( pendingin ) karena handphone ini apabila dipakai untuk play musik terus-menerus akan mudah panas.


2.      Handphone Nokia 3650

Ponsel ini merupakan ponsel yang cukup diminati dipasaran pada saat baru dirilis, karena bentuknya yang baru dan unik. Namun, menurut saya dari segi desain ponsel ini memiliki kelemahan-kelemahan yang membuat user tidak nyaman memakainya. Diantaranya adalah keypad yang bentuknya melingkar. Ini membuat para pemakainya susah untuk mengetik dengan konfigurasi keypad yang seperti itu sehingga dengan hanya 1 tangan saja tidak dapat memegang dengan kokoh ponsel ini, maka ponsel ini dinilai tidak cukup praktis dalam genggaman.

Tidak praktisnya bentuk keypad nokia 3650 juga disebabkan telah terbiasanya masyarakat untuk menggunakan 2 jenis keypad, yaitu qwerty dan keypad konvensional seperti yang ada pada handhone umumnya (angka 2 mewakili abc, angka 3 mewakili def, dst).
Saran :
·         Seharusnya dibuat lebih simple pada keypad agar tidak terlalu membingungkan
·         Meskipun letak keypad bulat, masih bisa didesign dengan secocok mungkin

3.      Bad Web


Lihat contoh web ini, menurut saya ini adalah web yang mengerikan karena kalau kita perhatikan terlihat banyak perpaduan warna yang ada didalamnya yang membuat mata silau dan sangat membingungkan. Dan didalamnya terlalu banyak kolom yang membuatnya terlihat penuh dan mungkin orang juga tidak akan membacanya karena hanya dengan melihatnya pun kita sudah merasa pusing.


Saran :
·         Coba dikurangi untuk memainkan warna yang terlalu cerah. Mengatur perpaduan pada warna sehingga pengunjung merasa nyaman mencari informasi yang ada didalam
·         Jangan terlalu banyak menaruh kolom yang tidak penting karna akan membuat web itu terlihat penuh dan berantakan

4.      Bad Gun
Ini adalah gambar pistol yang tidak seperti pistol pada umumnya yang sering kita lihat. Kalau kita menekan pelatuknya, maka yang terkena pelurunya adalah kita atau mungkin bisa disebut sebagai “senjata makan tuan” karna bisa membunuh diri sendiri bahkan dengan tangan kita sendiri.







Saran :
·         Gun atau pistol ini sangat cocok oleh kolektor untuk koleksi pribadi
·         Atau digunakan untuk orang-orang yang frustasi saja (bad saran) :D

5.      Bad Umbrella

Walau payung tersebut terlihat lucu dan unik, tetep saja fungsi dasar dari payung adalah untuk melindungi orang dari dingin nya hujan dan panas nya matahari saat berpergian. kenapa disebut bad design karena mungkin saat hujan nya kecil atau hanya sekedar rintik - rintik ini mungkin bisa melindungi penggunanya, tapi bila hujan nya cukup deras bisa dibayangkan orang tersebut akan tetep terkena hujan dan kebasahan.



Saran :
·        Sebaiknya dibuat ukurannya yang sama, karena kalau seperti yang ada pada gambar hanya dapat melindungi dibagian belakang saja.
·    Atau dengan sedikit memanjangkan atap payung pada bagian depan agar tetap melindungi pengguna dibagian depan.

Selasa, 07 Oktober 2014

PORTOFOLIO



DATA PRIBADI

Nama                                     : Osha Christina
Jenis Kelamin                         : Perempuan
Tempat Tanggal Lahir             : Jakarta, 08 November 1994        
Kewarganegaraan                  : Indonesia
Status Perkawinan                  : Belum Menikah
Tinggi                                     : 160CM
Berat Badan                           : 52KG
Agama                                   : Islam
Alamat Lengkap                     : Jl. Pekapuran Gg.Kemang RT 004/02 Kel. Sukatani Kec. Tapos, Depok
E-mail                                    : osha_christina@yahoo.com

PENDIDIKAN    
     
2000-2006                   : SDN Sindangkarsa I
2006-2009                   : SMP Negeri 11 Depok
2009-2012                   : SMK 2 PKP JIS
2012-Sekarang               : Universitas Gunadarma

SEMINAR DAN WORKSHOP
·    Seminar "Android and Mobile Comerce Unify" 
[Kampus Universitas Gunadarma, oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika]
·  Seminar "The Development Robotic In The World of Manufacture & Development Research Robotic of World"
[Kampus Universitas Gunadarma, oleh BEM Fakultas Teknologi Industri]
·    Workshop "Beauty Photography, Tips & Trick Modeling"
[Kampus Universitas Gunadarma, oleh SNAP Photography]
·    Traning "Cisco IP Network Technologies"
[Hendevane Training Partner]

KEAHLIAN
      ·    Keahlian komputer :
     Microsoft Office (2003 – 2010), Ms. Access, Dbase, Sql, Aplikasi Internet, Qbasic, Pascal, Visual Basic, C++.
·    Bahasa
Mampu berbahasa Indonesia yang baik                   
Mampu berbahasa Inggris tulisan dan lisan dengan baik.


HOBBY

  • Photo Editing
  • Browsing Internet
  • Video Maker